Something Borrowed

Cinta dan persahabatan seringkali tidak selaras dan memberi masalah dilematis dalam kehidupan.

Terkadang kita harus memilih antara orang yang kita cintai, atau sahabat yang telah lama bersama kita. Meski sering, pilihan kita tidak benar.

Tema itulah yang diangkat oleh Something Borrowed. Rachel seorang pengacara berumur 30 mempunyai seorang sahabat dari kecil bernama Darcy. Dari awal, kita sudah diperlihatkan betapa baiknya Rachel dan betapa kacaunya Darcy. Mulai dari pesta terus-terusan, mabuk-mabukan, dan segalanya. Sampai titik ini, saya sudah bingung bagaimana mereka bisa jadi sahabat.

Darcy sendiri mempunyai tunangan bernama Dex, yang mana adalah teman kuliah Rachel di sekolah hukum. Singkat cerita, ternyata Rachel dan Dex saling mencintai, tapi tidak ada dari keduanya yang pernah mengakui. Mereka mulai selingkuh, pacaran diam-diam. Dan Rachel pun diberikan pilihan antara pria yang ia cintai dan mengkhianati sahabatnya, atau melupakan cintanya yang dia pendam dari dulu dan tetap menjaga persahabatan yang sudah ada.

Dengan premis semacam itu, film mengalur dengan baik, lucu, dan enjoyable. Ditambah karakter Ethan sebagai teman dekat Rachel yang cukup lucu. Namun, dari tengah hingga akhir film. Masalah semakin rumit, dan ditambah. Mulai dari orang tua Dex yang tidak setuju, lalu secara mendadak Ethan juga menyukai Rachel. Dan cerita pun berakhir hambar serta terkesan dipaksakan. Ini sangat disayangkan, karena seharusnya cerita bisa berakhir lebih diplomatis lagi dan tidak sepihak. Apalagi karakter Darcy semakinĀ  dijelek-jelekkan. Padahal ia tidak salah, seharusnya tidak pernah salah.

Overall, saya kecewa dengan penyelesaian masalahnya. Padahal seharusnya film ini bisa menjadi romantic cliche yang baik.
%d bloggers like this: