New Year’s Eve

Garry Marshall ‘did’ it again

Saat hampir semua orang mengatakan bahwa Valentine’s Day adalah usaha buruk untuk meniru ‘Love Actually’, sebenarnya saya masih cukup bisa menikmatinya. Tahun ini, Garry Marshall kembali lagi dengan formula yang sama. Hanya saja, artisnya lebih banyak, sub plotnya lebih banyak, dan pendalaman cerita yang lebih cetek. Untuk kali ini saya harus setuju dengan rating di IMDb yang hanya 5.2. New Year’s Eve benar-benar gagal segagal-gagalnya film Romantic-Comedy bisa gagal.

Oke, film ini memang ditopang dengan jajaran cast yang menawan kalau tidak mau dibilang spektakuler. Semua artis yang sedang naik daun, pernah naik daun, menang Oscar, dan langganan romantic-comedy ada semua di sini. Robert De Niro, Halle Berry, Katherine Heigl, Zac Effron, Sarah Jessica Parker, Hilary Swank, Josh Duhamel Ashton Kuthcer, Michelle Pfeiffer, Jessica Biel, bahkan sampai Jon Bon Jovi saja ikut dapat peran di sini. Tapi sayangnya, hal ini justru menjadi boomerang, dengan banyaknya karakter dalam satu film, otomatis pendalaman cerita pada tiap karakternya pun tidak bisa jauh-jauh. Karena durasi film tidak akan bertambah dengan bertambahnya jumlah pemeran.

Do I need to tell you the stories? Well, sesuai judulnya, New Year’s Eve bercerita tentang kegiatan beberapa warga New York di malam tahun barunya. Mulai dari 2 pasangan yang berburu hadiah uang dari rumah sakit bila dapat melahirkan bayi duluan, ada yang ingin menyelesaikan resolusi 2011nya, ada yang harus menepati janjinya setahun lalu, ada ABG (I mean ABiGail by the way) yang sangat ingin diizinkan keluar pada malam tahun baru dengan cowok idamannya, dan ada juga Robert De Niro yang sudah sekarat dan hanya ingin melihat penurunan bola pada malam tahun baru terakhirnya.

In the end, selama kurang 2 jam, penonton seperti disungguhi sekitar 5-6 cerita pendek tentang cinta yang kadar komedinya pas-pasan. Dan khas Valentine’s Day, di mana ternyata tiap-tiap karakter punya koneksi dengan karakter di sub-plot lain, Garry seperti asal menghubung-hubungkannya. Si cowok ini ternyata adalah adek dari si cewek ini yang bahkan warna rambutnya pun berbeda!! Lalu, si cowok ini ternyata pernah punya hubungan dengan cewek ini setahun yang lalu. Terlalu banyak coincidence yang dipaksakan, dan kita pun sebagai penonton dipaksa untuk memakluminya.

Bila harus memilih salah tau bagian terbaik ┬ádari film ini, maka pilihan saya akan jatuh pada hubungan Michelle Pfeiffer dengan Zac Effron. Menurut ini adalah cerita terjujur dan paling tidak dipaksakan dengan yang lainnya. Bagi kalian yang over-nasionalist, berbanggalah karena ‘Bali’ disebut berkali-kali pada cerita ini. Seharusnya, cerita mereka berdua sendiri bisa dikembangkan dan menjadi satu film sendiri. Tapi tampaknya, mereka harus berbagi screen-time dengan cerita medioker lainnya.

The funniest part? Bloopers yang ada di closing credit film ini. Menyelamatkan mood saya setelah dibuat tidak nyaman selama 2 jam.

5/10

One comment

  1. Well mungkin akan ada New Year’s Eve 2 yang syutingnya akan dilakukan di Bali :p

    Salam kenal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: