Paranormal Activity 3

Discover how the activity began

Oke, saya tahu ini menyimpang terlalu jauh. Sebenarnya saya juga nggak suka nonton film horror (karena takut), tapi begitu hype tentang Paranormal Activity 3 ini cukup tinggi, akhirnya saya pun memutuskan untuk menontonnya. Pertama-tama, saya mau bilang, bahwa saya  menontonnya di laptop, jadi kadar seremnya pasti jauh di bawah bila Anda memutuskan untuk menontonnya di bioskop. Kedua, saya belum pernah nonton dua seri sebelumnya, jadi dari segi cerita saya benar-benar tidak tahu menahu. Dan terakhir, karena saya memang bukan blogger film horror dan orangnya juga takutan, maka apa pun yang saya bilang jangan dijadikan patokan. Karena seram buat saya (kemungkinan besar) adalah tidak seram buat Anda. Oke, mari kita mulai.

Bila umumnya sequel menceritakan kejadi setelah film sebelumnya, franchise Paranormal Activity justru mundur ke belakang. Saya kurang tahu bagaimana ceritanya, tapi kata orang-orang sih lewat film ini diceritakan bagaimana kejadian-kejadian yang ada di seri PA sebelumnya berawal. PA 3 sendiri berputar tentang Dennis yang berpacaran oleh Julie, ibu 2 anak dari Katie dan Kristi. Dari awal, kita sudah diberi tahu bahwa Kristi ini memiliki teman khayalan. Sayangnya, teman khayalannya ini ternyata adalah makhluk halus. Selanjutnya, penonton dibombardir dengan terror yang terjadi di rumah mereka. Semuanya, disajikan dengan gaya documentary.

Saya ingat, terakhir kali saya menonton film horror di bioskop adalah “Mirror” yang diperankan oleh Nirina Zubir, dan setelah itu selama 2 minggu tidur saya terganggu. Kenapa? karena hantunya terus berbayang di kepala saya. Berbeda dengan PA 3, saya sukses tidur tenang setelahnya. Karena PA 3 memang tidak memberikan kita image hantu seram yang bertujuan menghantui pikiran kita. Malah bisa dibilang, tidak ada seram-seramnya wujud makhluk dalam film ini. Tapi, elemen kaget sangat banyak sekali. Inilah yang membuat menonton di bioskop jauh lebih seru dibanding menontonnya di laptop. Hanya saja, setelah kaget, kita tidak diberikan penampakan – hal klise dalam film hantu Indonesia. Seperti franchise sebelumnya, banyak sekali pintu tertutup sendiri, barang-barang jatuh, benda-benda berterbangan, dan sebagainya. Terdengar tidak seram, tapi ini jelas memainkan jantung penontonnya. Cuman yang saya senang adalah, ketika selesai menonton, saya tidak harus takut kebayang hantunya, karena memang bisa dibilang nggak ada hantunya😛

Dari segi cerita saya nggak bisa bilang banyak, karena memang nggak ngikutin dari PA 1, tapi sekali lagi, kata orang-orang sih sangat memberi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab di seri sebelumnya. Dari segi akting, saya benar-benar salut dengan pemainnya. Pertama mereka mampu membuat kita percaya bahwa semuanya adalah kejadian nyata. Bahkan setelah kita diberi tahu bahwa semua ini adalah rekayasa, kita pun akan melupakan fakta itu di tengan film dan kembali percaya semuanya nyata. Kedua, karena gaya pengambilan kameranya seperti documentary, maka kebanyakan aktornya harus mampu berakting sambil memegang kamera. Dan ketika mereka harus kaget serta terjatuh, mereka harus secara benar menjatuhkan kameranya. Inilah yang membuat saya salut. Ditambah lagi bagaimana sutradaranya benar-benar tahu cara membangun tingkat keseraman secara perlahan hingga sampai puncaknya di mana kita tidak diberikan kesempatan untuk bernafas, atau dalam kasus saya kesempatan untuk melek😛

Secara kesuluruhan, Paranormal Activity 3 memberikan jantung saya sebuah olahraga selama 1 jam lebih dengan banyak adegan mengagetkannya, tapi saya tahu seharusnya film horror yang baik mampu memberikan efek trauma pada penontonnya. Hal ini tidak terjadi bagi saya

7/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: