One Day

Twenty Years. Two people…

Percayakah Anda bahwa laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa menjadi teman baik, tanpa ada satu pihak meminta lebih? Apakah bisa, persahabatan dijaga selama 20 tahun? Atau justru berubah menjadi suatu hubungan yang lebih? One Day, sebuah film yang diangkat dari novel, membawa tema itu. Sesuai judulnya, One Day benar-benar hanya menceritakan kejadian pada tanggal 15 Juli, selama 20 tahun.

Dexter dan Emma pertama kali berkenalan di tanggal 15 Juli tahun 1988. Seusai lulus dari kuliah, mereka mabuk hingga berakhir di ranjang Emma. Tapi kejadian itu justru berakhir aneh dan membuka pintu persahabatan mereka. Cerita selanjutnya, berada setahun kemudian, lalu berlanjut satu tahun kemudian. Kita tidak pernah tahu persis apa yang terjadi pada tanggal-tanggal lain. Pada selang tahun-tahun tersebut banyak hal terjadi. Mulai dari kesuksesan Dexter, keterpurukan Emma, pengakuan isi hati mereka, sampai masalah keluarga. Lewat satu tanggal, 15 Juli, kita tahun kisah hubungan mereka selama 20 tahun.

One Day tidak seperti film romantis lainnya. Di saat yang lain berusaha untuk menjadi imut dan lucu atau menjadi ultra-mellow dengan karakternya yang berjuang dari kematian, One Day adalah film romantis yang sesungguhnya. Konflik yang dibahas adalah bagaimana mempertahankan hubungan di saat banyak masalah. Kita tidak disajikan dengan gombalan, kebodohan, atau juga penyakit karakternya. Film ini mungkin juga tidak mudah dihubungkan dengan kejadian nyata penontonnya, karena memang jarang yang seperti ini. Dengan gaya penceritaan yang hanya satu hari jauh lebih membuat film ini menarik. Yang harus diperhatikan adalah, bagaimana kita bisa tahu kejadian satu tahun penuh hanya lewat satu harinya saja. Itu adalah salah satu hal yang cukup menarik bagi saya, walaupun kita bakal mengais informasi dari dialog mereka, tidak ada terkesan terpaksa membeberkan cerita. Semuanya berjalan dengan baik.

Anne Hathaway dan Jim Sturgess sendiri bermain dengan baik, saya suka bagaimana chemistry dan kebingungan mereka terlihat jelas sepanjang film. Bagaimana keyakinan dan ketidakyakinan mereka terhadap satu dengan yang lain mudah dirasakan. Belom lagi, tim makeup mereka yang membuat kita percaya bahwa film ini memang menceritakan 20 tahun kehidupan mereka. Dari saat mereka masih muda hingga tua. Perlu diperhatikan juga detailnya, seperti laptop, handphone, dan sebagainya yang memang pas dengan tahun penceritaan. Everything was beautifully shot!

Sulit untuk tidak menyukai film ini bila Anda adalah penggemar film romantis. Well, film romantis tidak perlu selalu mengandalkan cerita yang terlalu mellow untuk menyentuh hati penontonnya, One Day adalah salah satunya.

8/10

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: