Lovely Man

“Bukan tentang benar atau salah, itu memang jalan hidup”

Mungkin kutipan di atas tidak sama persis seperti yang ada di filmnya. Maaf, saya terlalu menikmati hiburan ini hingga tidak ingat untuk menghapal kata-kata mutiara yang bertebaran di mana-mana selama 80 menit. Dalam singkat kata, Lovely Man telah menjelaskan dirinya sendiri hanya dengan judulnya, it is lovely.

Tulisan di bawah mengandung beberapa spoiler ringan

Andai saja Lovely Man tidak memenangi beberapa penghargaan, mungkin saja saya tidak akan pernah menontonnya. Film Indonesia tentang waria? Tidak akan membuat saya tertarik. Tetapi, setelah Donny Damara berhasil mengalahkan Andy Lau sebagai aktor terbaik di Asian Film Award, dan tambahan dari beberapa buzzer, film ini mulai menebar rasa penasaraan.

Lovely Man memiliki cerita yang sangat simpel sampai kita bisa merasakan ketulusannya. Bercerita tentang Saiful, seorang bapak yang dikunjungi oleh anaknya, Cahaya, yang telah lama tidak bertemu dengannya. Lucunya, Saiful ini adalah seorang transgender dan Cahaya bisa dikatakan sebagai muslimah tulen dilihat lewat penampilannya. Berputar hampir pada pertemuan dua karakter ini selama sehari, entah kenapa film ini meninggalkan rasa nyaman seusai menontonnya.

Tapi semua tidak sepolos itu, ada motif dibalik kedatangan Cahaya. Saiful pun bukan tanpa catatan kelam (oke, selain dia adalah waria). Namun, semuanya ditawarkan masih pada taraf normal, sehingga ceritanya pun tidak menjadi ribet namun tidak juga garing. Fokus nyaris pada dialog antara Saiful dan Cahaya, Teddy Soeriaatmadja selaku sutradara menampilkannya tanpa cela. Semua perbincangan jauh dari rasa kaku (kaku as in dialog di The Raid), sangat casual, lucu, dan pada saat yang tepat, menghantam.

Tentunya semua perasaan dari dialog itu tidak keluar begitu saja. Adalah akting dari Donny Damara dan Raihaanun yang mampu sedemikian baiknya hingga membawa penonton terhanyut. Poin khusus tentu diberikan kepada Donny. Selain memiliki postur yang tepat untuk menjadi waria yang baik(berotot), tapi perhatikan aksen dari Donny dalam pengucapan tiap kalimat. Bagi rakyat Indonesia yang sudah sangat sering menemui waria, tentunya tidak asing lagi. Dan tidak jarang, hal ini mengundang tawa. Raihaanun sendiri tampil polos dan mampu bersanding dengan Donny. Chemistry antara kedua karakter inilah, yang membuat Lovely Man berbeda.

Bagi yang tinggal di Jakarta, pasti sudah tahu, bahwa ini bukanlah kota pilihan pertama untuk menampilkan keindahan. Namun, sinematografi Lovely Man ini benar-benar bagus. Mengingatkan saya ketika menonton Republik Twitter, di mana Jakarta berhasil terlihat baik. Namun di sini, aura yang ditawarkan berbeda. Lovely Man, jauh lebih kelam diiringi dengan nyala lampu secukupnya. Alhasil, visual dari film ini sendiri mampu berbicara dan menopang semua hal baik yang sudah ada.

Tapi, film ini bukan tanpa kelemahan. Mungkin karena masih berbau independen, banyak shaky camera movement yang cukup mengganggu dan juga kontinuitas yang sering tidak bisa dipertahankan. Tengok adegan Saiful dan Cahaya di bawah jembatan. Sesaat ada mobil di belakang mereka, saat berganti sudut, mobil tersebut sudah hilang. Tapi semua itu adalah hal-hal minor yang dengan mudah tertutup oleh kebaikan-kebaikannya. Oh ya, bila Anda bukan penggemar film drama, tentunya akan merasa bosan, meski durasinya tergolong pendek.

Pada akhirnya, Lovely Man diselesaikan dengan baik. Meski terasa cukup singkat dan beberapa menginginkan lebih, namun menurut saya itu adalah cara teradil untuk mengakhiri ceritanya. Penonton tidak perlu diajari tentang hal-hal yang mungkin terjadi selanjutnya. Teddy memberikan sebuah open ending, bagaimana pun kelanjutannya, benar atau salah, tidak perlu dipikirkan. Karena itulah pilihan hidup. Seperti kata Saiful di adegan terakhir.

Lovely Man is indeed, Lovely. (8.5/10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: