Snow White and the Huntsman

Mirror, mirror on the wall. Who is fairest of them all? 

Miscast! Kata pertama yang keluar di pikiran saya, seusai menonton Snow White and the Hunstman atau biar lebih mudah kita singkat saja menjadi SWATH. Dari awal, publik memang sudah skeptis dengan pilihan Bella Swan sebagai Snow White, tapi ya sudahlah, saya juga ingin membuktikannya sendiri. Dan ternyata publik benar. Kristen Stewart nampaknya belum bisa untuk melepas image-nya sebagai gadis yang disukai Vampire dan Werewolf, belum lagi kini ia juga disukai Thor. Tapi sebelum saya makin menggebu-gebu, mari kita mulai review ini dari awal lagi🙂

Belakangan ini, selain trend film adaptasi komik yang makin merajalela dan sudah membuktikan mampu berbicara banyak di Box Office, studio mulai melebarkan sayapnya dan mencoba mengangkat cerita dongeng ke layar lebar. Tahun lalu kita mendapatkan Beastly dan Red Riding Hood yang keduanya tidak terdengar riang. Belum lama juga, ada adaptasi Snow White lainnya yang lebih ringan, Mirror Mirror. Dengan rilisnya Jack The Giant Killer tahun depan bersama kawan-kawannya, makin menguatkan trend ini saja.

Harus diakui saya tidak menonton semua adaptasi tersebut, tapi saya cukup yakin bahwa SWATH berada di atas rata-rata. Malah, film ini sangat dekat sekali untuk menjadi bagus hingga sangat menyakitkan rasanya untuk mengetahui bahwa hal itu tidak tercapai. Dari segi cerita, visual, kostum dan lain-lainnya, SWATH memang tampil dengan baik. Oke, saya memang kurang suka dengan latar belakang kerajaan dan kekelaman tone-nya, tapi setidaknya untuk standar saya, SWATH masih menarik. Lupakan temponya yang sangat lambat sekali dan durasinya yang bisa diminimalisasi, SWATH masih superior. Lalu datanglah bencana dari para aktornya sendiri.

Ya, K-stew benar-benar bukanlah pilihan terbaik untuk Snow White. Bahkan saya mendengar rumor bahwa terpilihnya dia hanya untuk menarik fans Twilight untuk ikut menonton film ini. Meh. Mari kita coba dengan logika lain, Charlize Theron sebagai Ravenna, karakter antagonis yang selalu bertanya pada cermin ajaibnya, “Siapakah yang paling cantik di dunia?”. Ketika cermin mulai merubah jawabannya kepada Snow White, saya mulai meragukan selera cermin itu sendiri. Selain Charlize Theron yang mampu berakting jauh lebih baik dari protagonisnya sendiri, really, would you rather choose K-stew than Charlize Theron? Untuk contoh termudahnya, tengok adegan di mana Snow White seharusnya memberikan pidato yang bermaksud untuk membakar semangat para prajuritnya. Seriously, bila saya menjadi salah prajurit, saya akan langsung menusuknya.

Belom lagi kehadiran Chris Hemsworth a.k.a. Thor a.k.a. The Huntsman. Tidak ada masalah bagi saya dalam hal mengubah cerita aslinya. Tapi chemistry-nya dengan Kristen Stewart adalah nol besar. As if keduanya sama-sama tidak suka. Cinta segitiga dengan pangerannya pun tidak berjalan lebih baik dari Twilight. Di antara itu semua, Charlize Theron dengan mudah bersinar dan membantai semuanya, walaupun aktingnya sendiri bisa dibilang been there, done that. Kehadiran kurcaci yang tergolong cukup telat dan tidak diberi ruang untuk berkembang kian membuktikan bahwa karakter-karakternya mati. Saling berakting sendiri-sendiri, tidak sebagai satu kesatuan.

Snow White and The Hunstman memang sejauh ini film adaptasi dongeng terbaik, namun belum cukup baik untuk menjadi sebuah film yang baik. #kusut

6.5/10

One comment

  1. Thor sama Snow White kerjasama dalam perang? Pantesan menang mudah… Haha…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: