Prometheus

“If you can’t be with the one you love, love the one you with”

Oke, quote di atas memang sama sekali gak nyambung dengan tema filmnya. Namun sepotong dialog tersebut ada di dalam filmnya dan demi nama blog ini yang mengusung tema romantic, maka biarkanlah seperti itu.

*moving on*

Prometheus. Memang saya tahu film ini sangat diantisipasi oleh banyak orang, tapi saya bukan salah satunya. Film yang dirumorkan sebagai prekuel dari Alien (1979) ini bahkan tidak berhasil menarik perhatian saya sama sekali. Bahkan hingga saat ini, saya belum menonton trailernya. Film Alien-nya sendiri baru saya tonton semalam sebelum menonton Prometheus. Hasilnya? Di luar ekspektasi.

Pertanyaan yang paling sering keluar dari orang awam (termasuk saya) adalah “Apakah perlu menonton Alien sebelum menonton Prometheus?”. Menurut saya sendiri, jawabannya seperti 2 sisi koin. Di satu sisi, dapat membuat pengalaman menonton Prometheus lebih seru, karena beberapa pertanyaan dasar di Alien terjawab dan secara tidak langsung membangkitkan jiwa fanboy. Namun sayangnya, semakin banyak Anda mengerti, semakin banyak variasi pertanyaan yang tercipta. Sehingga pada akhirnya, hanya menambah-nambah saja jumlah pertanyaan. Sedangkan, tanpa menonton Alien terlebih dahulu berpotensi membuat Anda tidak mengerti hal-hal dasar di Prometheus, namun mengurangi jumlah pertanyaan pada akhir film. Either way, saya menyarankan Anda untuk menonton Alien terlebih dahulu.

Prometheus sendiri tidak bisa disebut langsung sebagai prekuel dari Alien. Namun, masih dalam universe yang sama. Interior pesawatnya sendiri mirip. Saya lebih suka menyebutnya sebagai spinoff prekuel. Tapi semakin Anda menontonnya, hal itu tidak lagi penting. Baik Alien maupun Prometheus memiliki kharismanya tersendiri. Bahkan bisa dibilang dengan arah yang berbeda. Alien lebih membahas Xenomorph (ras alien), sedangkan Prometheus sendiri lebih kepada pembahasan seputar penciptaan manusia.

Plot? Ah, saya lebih baik tidak menceritakannya. Karena seperti saya, yang tidak tahu apa-apa soal Prometheus, jauh lebih menikmati filmnya sendiri. Prometheus bukan sekedar film alien, di mana makhluk luar angkasa akan menyerang manusia habis-habisan. Prometheus lebih filosofis. Dengan darah sci-fi yang kental sekali, membuat Anda mempertanyakan pertanyaan paling mendasar dalam hidup, “Siapa yang menciptakan kita?”. Lalu, Prometheus mulai mengarahkan dirinya jauh lebih dalam dan kompleks hingga menyadarkan Anda, this is not another sci-fi movie.

Tentunya plot baik menjadi percuma bila tidak ditopang hal lainnya. Dari departemen akting, saya sangat puas sekali. Terutama untuk Michael Fassbender yang berperan sebagai android. Dingin dan tanpa perasaan dengan mudah bisa dirasakan oleh penonton. Noomi Rapace dan Charlize Theron sendiri juga jauh dari buruk. Apalagi Noomi Rapace yang saya sendiri kurang akrab. Overall, memuaskan.

Namun, visual effect adalah tempat di mana Prometheus benar-benar bersinar. Kebetulan saya hanya menonton 2D saja (dan juga menyarakannya untuk Anda). Tapi bisa dirasakan visualnya yang benar-benar indah dan megah. Membuat rasa sci-fi-nya makin kental saja. Apalagi ketika alien-alien mulai muncul, benar-benar seperti nyata. Sebuah kemajuan besar dalam industri perfilman, bila menilik kehadiran alien sendiri di Alien (1979).

Dengan plot, akting, dan visual effect yang baik. Prometheus menawarkan sebuah cinematic experience yang mengasyikkan. Penonton akan dibawa berjalan pelan-pelan di awal. Sesekali menegangkan, hingga pada akhirnya penonton sadar, bahwa itu semua baru permulaan. Ketika endingnya tiba, penonton bak berada dalam sebuah roller coaster yang turun dengan kecepatan tinggi. Ada beberapa adegan di mana benar-benar mendebarkan dan cukup sadis hingga saya beberapa kali tutup mata dan berkata “anjing”, “shit“, dan teman-temannya. Benar-benar tidak disarankan untuk anak kecil dan orang kagetan.

Untuk saya sendiri Prometheus jauh lebih seru dan tidak membosankan dibanding nenek moyangnya, that’s my opinion.

8.5/10

One comment

  1. Haha, gw orang-nya kagetan lho, n w seneng banget dikagetin ama Ridley Scott… wkwkwkw…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: