Brave

Change your fate

Saya bukan penggemar film animasi, atau sebutan awamnya, film kartun. Namun tidak ada salahnya untuk sesekali merasa seperti anak kecil lagi. Anak kecil yang sangat bahagia karena baru saja dibelikan permen. Rasa itulah yang selalu ditawarkan Pixar dalam setiap film animasinya. Lupakan Cars 2 yang cukup buruk. Kenanglah Toys Story, Up, atau Wall-E, bukti bahwa emosi bisa dimasukkan dalam sketsa animasi. Brave, adalah salah satunya. Meski bukan karya terbaiknya, tapi Brave adalah penanda bahwa Pixar sudah siap untuk berubah. Keluar dari zona amannya, dan mulai menjadi dewasa.

Biasanya, karakter Pixar cenderung imut. Kita sudah pernah melihat mainan, mobil, atau robot menjadi tokoh utama Pixar. Bahkan, walaupun karakter utama di Up adalah seorang manusia, kita masih merasakan sebuah aura ceria dan warna-warni di belakangnya. Tidak dengan Brave, saya merasakan aura kelam dan gelap yang sepertinya sedang nge-trend semenjak Twilight keluar.

Brave adalah film Pixar pertama di mana karakter protagonisnya adalah seorang wanita yang bernama Merida. Seorang putri bangsawan, yang siap untuk menjadi ratu. Oleh orangtuanya, diadakanlah kontes mencari suami. Tapi saat saya kira film akan berfokus di sana, ternyata kita mendapatkan kisah klasik perubahan identitas. Singkat cerita, ibu Merida, sang ratu, tidak sengaja berubah menjadi beruang besar karena Merida. Dan adalah tugas Merida untuk mengembalikannya, sebelum sang ratu benar-benar berubah menjadi beruang. Sekilas, ceritanya memang terlalu simple dan sudah terlalu sering terdengar.

Saya tidak akan menyangkalnya, ceritanya menurut saya terlalu cetek dan biasa untuk sekelas Pixar. Tidak ada kedalaman dalam pengembangan cerita dan kejutan-kejutan ala Pixar, semua berjalan datar saja. Namun, di mana ada kekurangan, Pixar akan berusaha menutupinya. Kali ini dengan sebuah chemistry ibu-anak yang sangat meyakinkan. Lebih hebat lagi, ini semua hanyalah animasi. Sangat memalukan, bagaimana hubungan ibu-anak yang terjadi di Brave jauh lebih meyakinkan dari mayoritas film yang diperankan oleh manusia langsung. Meskipun akhirnya kurang emosional dan mengikat, tapi cukup memuaskan.

Satu hal yang perlu dicatat lagi adalah short-animation di awal, La Luna. Sangat indah dan menawan. Dengan tanpa dialog sama sekali, berhasil membuat saya seperti anak kecil lagi. Diiringi dengan animasi dan skor yang luar biasa sedikit membanting Brave di awal cerita. Oh ya, jangan lupa ada credit scene di akhir film, walaupun tidak terlalu penting.

7.5/10

One comment

  1. Reblogged this on //short INDIE's and commented:
    hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: