Ice Age: Continental Drift

Holy Crab!

Ice Age adalah franchise animasi favorit saya, there, I said it! Saya ingat ketika menonton Ice Age 2 & 3 berhasil membuat saya tertawa gila di dalam bioskop. Sayangnya seri Ice Age keempat ini mengalami penurunan kualitas bila dilihat dari segi cerita hingga komedinya yang sudah mulai usang. Walaupun begitu, secara keseluruhan filmnya sendiri masih bisa dinikmati.

Kali ini karakter Scrat yang sepanjang triloginya hanya mengejar-ngejar kacang tanpa memberikan dampak kepada cerita justru memainkan peran penting, atau setidaknya ingin dibuat seperti itu. Karena Scrat dan kebodohannya, daratan menjadi terbelah menjadi apa yang kita ketahui sebagai benua Asia, Eropa, Amerika, Australia, dan lainnya. Manny, Diego, dan Sid yang terkena imbasnya harus terpisah dengan kawanannya ketika bencana ini terjadi. Selanjutnya, kita diberi mashup antara film animasi binatang dengan Pirates of Caribbean. No, really I’m not joking.

Ice Age: Continental Drift dibuka dengan film pendek Simpsons yang tidak melibatkan dialog sama sekali (mirip dengan La Luna di Brave) dan diiringi dengan scoring apik buatan Hans Zimmer. Setelah itu kita baru mulai masuk ke cerita Ice Age. Dengan cepat saya merasakan perubahan suasana, sebuah perasaan yang tidak enak. Apa yang ditawarkan tidak beda jauh dengan sebelumnya dan mulai membosankan. Kita tahu Manny selalu menjadi pemimpin, Sid selalu saja bodoh, Diego yang selalu perkasa, dan Scrat yang masih saja mengejar kacang. Seperti seri sebelumnya juga, kemunculan Scrat adalah lelucon terbaik sepanjang film. Beberapa humor lainnya mudah diprediksi sebelum mencapai punchline-nya, ada 2-3 jokes yang memang lucu, tapi tidak “senendang” seperti seri sebelumnya.

Film ini sendiri juga dibangun pada cerita yang cukup “maksa” dan penuh dengan subplot. Selain kisah daratan yang terbelah, ada juga kisah perompak di laut, hubungan Manny dengan anaknya, hubungan anak Manny dengan temannya, hubungan Sid dengan neneknya, dan hubungan Diego dengan Shira. Terlalu banyak untuk digabungkan menjadi satu film, hasilnya beberapa subplot tidak berkembang dengan baik dan ya.. berakhir klise. Saya tidak bisa mengeluh banyak, ini film anak kecil after all. Tapi menurut saya dengan cerita seperti itu justru “nanggung”. Seperti ingin berusaha menawarkan cerita sekelas Pixar tapi dengan jokes kelas “Madagascar”.

Walaupun membaca review saya di atas terkesan seperti membuat Ice Age 4 ini sebuah film yang jelek, namun pada aslinya tidak seburuk itu. Filmnya masih cukup menyenangkan untuk dilewatkan bersama anak-anak di bawah 10 tahun. Tapi, bila dibandingkan dengan film-film pendahulunya, Ice Age 4 bisa dibilang sebagai seri terburuknya. Dan saya sebagai fans-nya merasa terlalu kecewa.

(7/10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: