Looper

Face Your Future. Fight Your Past.

Trilogi Back to The Future adalah salah satu trilogi favorit saya sepanjang masa. Memiliki tema time travel di dalamnya, BtTF menjaga sekali kontinuitas di antara ketiga filmnya. Karena, kontinuitas adalah hal yang sangat rapuh sekali dalam tema time travel. Sekali saja luput, bisa merusak logika satu film. Time travel juga bisa diaplikasikan dalam cerita romansa, seperti Time Traveler’s Wife, lalu apakah Looper menawarkan sesuatu yang baru dari tema time travel ini? Jawabannya, tergantung.

Looper, film ketiga dari sutradara Rian Johnson, menceritakan di tahun 2044, mesin waktu belum ditemukan, namun 30 tahun kemudian akan ditemukan. Seketika mesin waktu ditemukan, penggunaannya langsung dilarang dan hanya penjahat-penjahat mafia saja yang bisa menggunakannya. Di tahun 2074 tersebut, selain mesin waktu, sistem pelacakan juga sudah berkembang pesat. Mafia tidak bisa asal bunuh lagi, karena akan dengan sangat mudah ketahuan. Jadi mereka mengirimkan orang ke masa lalu (tahun 2044) untuk dibunuh. Dengan demikian, mayatnya tidak bisa dilacak akibat perbedaan waktu. Mengapa tidak dikirim saja ke jaman Dinosaurus? Saya tidak tahu, mungkin biar bisa menjadi film berdurasi nyaris 2 jam + menghasilkan banyak uang.

Nah, Looper sendiri adalah organisasi yang membunuh orang kiriman dari masa depan. Di sinilah, kita bertemu dengan Joe (Joseph-Gordon Levitt) yang bekerja sebagai Looper. Mungkin Joe ini masih frustasi akibat putus dari Summer, terkena kanker, dan menjadi Robin. Kini, Joe memutuskan untuk menggunakan make-up berat dan berusaha meniru mimik dan gaya bicara Bruce Willis. Sampai suatu hari, orang kiriman dari masa depannya adalah Bruce Willis. Dan sekarang Joe tahu, bahwa make-up beratnya selama ini mengakibatkan dirinya menjadi Bruce Willis 30 tahun kemudian. Oke, singkat kata, Bruce Willis adalah Joe di masa depan. Dan Joe, harus membunuh versi tua dirinya sendiri itu.

Sampai setengah film, kita mendapatkan gabungan sci-fi + action yang cukup seru. Sampai pada tahap ini Looper adalah segala yang kita harapkan sejak menonton trailernya. Dan bagaimana Looper dikatakan sebagai film time travel yang beda, benar-benar terwujud di sini. Namun kemudian datang Emily Blunt sebagai ibu dengan satu anak. Di sini Looper berganti arah. Porsi action diganti dengan drama. Lebih banyak perbincangan antara JGL dan Emily Blunt beserta anaknya. Beruntung sekali, saya sendiri suka drama. Jadi saya tidak ada masalah dengannya. Namun, saya yakin beberapa orang akan cepat merasa bosan pada bagian ini dan mulai mengecilkan ekspektasinya. Hingga akhirnya, Looper “bangun” kembali dan kita diberikan ending yang menurut saya sangat baik dan bijak.

Perasaan pertama saya keluar dari bioskop adalah: 1. Kebelet kencing 2. Saya merasa sehabis menonton film yang baru. Beda. Selain ceritanya sendiri yang memang sudah tidak biasa, tempo, sinematografi, scoringnya, dan hal semacamnya turut berkontribusi membuat film ini tidak terasa mainstream Hollywoodnya. Bahkan, mungkin hanya jajaran castnya sendiri yang mainstream Hollywood. Walaupun saya sendiri mengharapkan porsi action dan cerita yang lebih kompleks seputar time travelnya untuk lebih di-explore, pada akhirnya saya sendiri cukup puas, tidak sampai taraf mind-blowing.

Kalau mau mencari kelemahan film ini, mungkin terletak di perubahan nada filmnya mulai paruh kedua dan ya plot-hole yang memang tidak terelakkan di film bertema time travel. Saya tidak mau banyak memberikan isi ceritanya (percayalah, saya sampai saat ini baru menceritakan tip of iceberg-nya saja), tapi saya rasa ada cukup banyak kejanggalan. Filmnya sendiri tidak berakhir kompleks seperti Inception atau Shutter Island. Bahkan, JGL cukup baik hati memberikan narasi hingga akhir film, sehingga penonton bodoh tidak keluar studio terlihat seperti idiot. Make-up JGL entah memang jelek atau kita saja yang tidak biasa, namun ya, aneh. Sedangkan anak kecil pemeran Cid, tampil sangat brilian di semua adegannya.

Looper terlihat sempurna, tapi tidak semua perempuan sempurna masuk ke dalam selera saya.

(8/10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: