Taken 2

Now they’re coming for him.

Saya mungkin bukan orang yang tepat untuk ditanyai komentarnya mengenai Taken 2. Seri pertamanya sendiri, Taken, saya sedikit lupa-lupa-ingat sudah pernah menontonnya apa belum. Tapi ternyata, Taken 2, meski adalah sebuah sekuel, tidak terlalu merumitkan dirinya sendiri dan bisa dinikmati tanpa harus menonton seri sebelumnya.

Tapi, supaya kita berada pada halaman yang sama, mari saya jelaskan dulu konsep dari Taken ini. Di film pertamanya, anak perempuan dari Bryan Mills (Liam Neeson), Kim (Maggie Grace), diculik oleh sebuah kelompok perdagangan remaja Albania untuk dijual ke dalam dunia prostitusi. Bryan lalu mengobrak-abrik Paris untuk mendapatkan kembali anaknya dan membunuh semua orang yang menghalanginya. Di Taken 2, giliran istrinya (atau mantan istrinya?), yang diculik oleh kelompok Albania yang rupanya menaruh dendam kepada Liam Neeson. Dengan plot semudah itu, kita sendiri bisa langsung menebak endingnya.

Kadang saya berharap Taken dibuatkan prekuelnya di mana Liam Neeson yang diculik, sehingga kita tidak perlu mendapatkan 2 film selanjutnya. Namun, mengingat Taken satu (dikatakan) masih cukup menghibur dan disukai beberapa kalangan, saya menghilangkan pikiran itu. Tapi, Taken 2, sungguh adalah sebuah film kelas bawah yang seharusnya tidak pernah dibuat.

Dibuka dengan parade basa-basi selama 20 menit pertama hanya supaya kita bisa menuju plot utama, Taken 2 dipenuhi dengan kebodohan tokoh antagonisnya dan betapa tidak masuk akalnya karakter pahlawan kita yang sebentar lagi berumur 60 tahun. Bila itu tidak cukup, tengoklah action scene-nya yang di-edit dengan sangat cepat untuk menutupi kekurangan Liam Neeson. Belum lagi dialognya yang terus mengumbar kebodohan dirinya. Oh, ya dan beberapa visual effect ledakannya terlihat sangat buruk hingga saya bisa menyalakan TV lalu menyetel Indosiar.

Tapi uniknya, terlepas dari semua kebobrokan itu, Taken 2 seperti punya sihir di mana ia mampu menjaga interest penontonnya. Walaupun dalam hati saya sedang mengejek-mengejek, saya terus saja ingin melihat sebuah kelompok Islam dihajar habis-habisan oleh seorang bapak-bapak tua, sendirian.

Begitulah Taken 2. Dan dengan pendapatan box officenya yang tinggi, siap saja dengan Taken 3. Siapa yang kali ini diculik?

(6/10)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: